Travel with Purpose: Eksplor Surakarta Sambil Memberi Makna

Travel with Purpose Eksplor Surakarta Sambil Memberi Makna

Kali ini aku datang ke Surakarta dengan tujuan yang agak personal: mencari jeda dengan eksplor Surakarta.

Bukan untuk traveling mewah, tapi untuk mencari sesuatu yang berbeda. Awalnya, aku pikir solo traveling ini akan menguras energi, tetapi nyatanya tidak.

Perjalananku kali ini, Surakarta bukan sekadar destinasi, tetapi menjadi latar dari sebuah pengalaman yang jauh lebih penting.

Ternyata, Surakarta memberi jawaban yang berbeda, yaitu berbagi. Aku memilih voluntrip dari Kitabisa.com, dan itu adalah keputusan yang mengubah cara pandangku terhadap traveling.

Para Volunter Kitabisa.com
Para Volunteer Kitabisa.com

Perjalanan ini adalah bentuk donasi ganda—donasi materi, sekaligus donasi waktu dan tenaga yang sedikit bisa aku berikan.

Biasanya aku akan merencanakan itinerary sedemikian rupa, tetapi justru menghabiskan waktu dengan workshop merangkai bunga bersama anak-anak panti. Aku datang sebagai “pemberi”, tapi justru aku yang menerima energi. 

Workshop Merangkai Bunga Bersama Anak-anak Binaan
Workshop Merangkai Bunga Bersama Anak-anak Binaan

Donasi Ganda: Waktu dan Materi

Donasi Ganda di Voluntrip
Donasi Ganda di Voluntrip

Aku menyebutnya “Donasi Ganda” karena selain materi yang kami berikan, kami juga memberikan waktu untuk mereka. Waktu traveling yang seharusnya aku gunakan untuk eksplore Surakarta dan sekitarnya, justru aku habiskan untuk ikut workshop merangkai bunga bersama anak-anak. 

Mungkin aku belum bisa memberikan cukup banyak materi untuk mereka, tetapi mungkin sedikit waktu ini bisa memberikan manfaat untuk mereka, sekaligus untuk diriku sendiri. Pengalaman traveling yang berbeda kali ini memberikan first experience yang berkesan untuk diriku. 

Mengenal anak-anak yang penuh semangat menunjukkan kemampuannya merangkai bunga, menjadi pemenang yel-yel terkompak, dan menjadi kelompok terbaik. Namun, semua itu bukan kompetisi tetapi melihat keberanian mereka untuk menjadi versi terbaiknya. 

Mendengarkan Sejarah di Lokananta

Berkunjung ke Lokananta dengan Anak-anak
Berkunjung ke Lokananta dengan Anak-anak

Setelah kami menggenggam bunga karya masing-masing, petualangan berlanjut ke destinasi yang wajib dikunjungi di Surakarta, yaitu Museum Lokananta. Kalau Jakarta punya Blok M dan M Block, Surakarta punya Lokananta.

Bagi para penggemar musik, Lokananta adalah holy ground—studio rekaman pertama di Indonesia, rumah bagi piringan hitam legendaris dan saksi perkembangan musik nasional.

Kamu pasti tidak asing dengan Waljinah, seorang penyanyi keroncong legendaris di Jawa. Aku pun baru tahu bahwa musik keroncongnya dulu produksinya di Lokananta. 

Aku sering mengunjungi museum sendirian, menikmati pengetahuan baru dan detail sejarah. Namun, tur Lokananta kali ini bersama sekitar 17 anak-anak dari panti asuhan dan relawan lainnya. 

Kami memasuki ruangan arsip, tempat ribuan piringan hitam tertata rapi. Bagiku itu adalah koleksi seni bernilai. Bagi adik-adik ini, itu adalah hal baru.

“Kak, ini kenapa besar sekali? Kalau mau dengar lagunya bagaimana?” tanya salah seorang di antara mereka dengan polos, memegang piringan hitam.

Pertanyaan polos itu langsung menghidupkan seluruh museum. Aku tidak lagi menjadi pengunjung, melainkan menjadi jembatan antara dua era. Tugasku berubah menjadi seorang pendongeng yang menjelaskan bagaimana musik tanpa internet bisa direkam dan didengarkan.

Ketika kami melihat mesin perekam pita kuno, kami semua berdecak kagum—mereka kagum karena teknologinya begitu tua, aku kagum karena fungsi warisan ini tetap abadi.

Keseruan Mengelilingi Lokananta
Keseruan Mengelilingi Lokananta

Tur kami bukanlah tur sejarah yang kaku. Itu adalah petualangan interaktif yang penuh celoteh dan tawa. Ini adalah pelajaran terbaik dari voluntrip: bahwa mengunjungi destinasi ikonik menjadi ribuan kali lebih bermakna ketika kita membawa energi dan perspektif baru ke dalamnya. 

Lokananta bukan hanya menyimpan suara masa lalu; di hari itu, ia merekam tawa riang gembira kami.

Jeda Paling Berharga di Surakarta

Travel With Purpose Bersama Kitabisa.com
Travel With Purpose Bersama Kitabisa.com

Aku datang untuk eksplor Surakarta memang karena ada pekerjaan tetapi juga dengan harapan sederhana untuk ‘healing’, dan pulang membawa lebih dari yang aku bayangkan. Aku menemukan bahwa voluntrip ini—jeda singkat mengisi kreativitas dengan merangkai bunga dan suara lagu lama dari Lokananta—adalah bentuk traveling yang bermakna.

Ini adalah sebuah pengingat: Petualangan sejati tidak selalu diukur dari seberapa jauh kita pergi, tetapi seberapa dalam kita terhubung. Kita bisa menjelajahi dunia sambil tetap menyisihkan sebagian kecil waktu kita untuk berbagi, dan percayalah, dampak yang kita terima akan jauh lebih besar daripada yang kita berikan.

Jika kamu, para traveler, sedang merencanakan perjalanan berikutnya coba sisipkan satu hari untuk ‘Travel with Purpose’. Temukan komunitas lokal di destinasi kamu, donasikan waktu, atau sekadar berbagi tawa. 

Traveling Paling Bermakna di Surakarta
Traveling Paling Bermakna di Surakarta

Kamu mungkin akan menemukan ‘oase’ diri yang selama ini kamu cari, bukan di pantai sepi, melainkan di tengah keramaian tangan-tangan kecil yang merangkai bunga, di sudut sebuah kota seperti Surakarta.

Perjalanan bukan hanya tentang apa yang kita lihat, tetapi juga apa yang kita rasakan, dan apa yang kita tinggalkan.

Jika kita sudah eksplor Surakarta, mari kita eksplor kota lainnya. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya, semoga perjalanan kita selalu dipenuhi makna!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *