Pengalaman Traveling Pakai Jenius di Singapura: Dari Persiapan Tabungan Sampai Pembayaran MRT & Bus

Pakai Jenius di Singapura

Jujur aku nggak bisa traveling kalau nggak nabung, jadi tidak mau mendadak. Seperti pengalaman aku traveling ke Singapura 2023 lalu. Nabungnya pakai kurs SGD biar bisa langsung transaksi di negaranya, jadi aku pakai Jenius di Singapura.

Nabung satu tahun sebelumnya itu hukumnya wajib, entah untuk traveling domestik maupun luar negeri. 

Konsisten nabung untuk traveling juga awalnya susah susah gampang. Ada aja godaannya, terutama wanita yang suka kalap dengan baju, make up, jajan, dan makan yang kadang-kadang diskonnya bikin para impulsif. Beli tanpa mikir.

Nabung untuk traveling juga ada caranya nih, supaya bisa menekan budget. Itu kenapa, traveling harus direncanakan setahun sebelumnya supaya kita pas ambil momennya. 

Sambil nunggu momen, biasanya sambil nabung supaya kalau waktunya tiba udah ada uangnya. Tapi juga perlu perhitungan karena nabung aja nggak cukup karena inflasi semakin tinggi tiap tahunnya.

Supaya nabung tapi untung, aku pakai strategi investasi dan pilih yang return-nya lebih tinggi dari bunga. 

Strategi Menabung Agar Untung

3 Strategi Nabung Agar Untung
3 Strategi Nabung Agar Untung

Semakin kesini semakin tahu bahwa menabung tidak hanya menyisihkan uang lalu menempatkannya dalam deposito bank. Mungkin kita semua sudah tahu bahwa inflasi terus naik. 

Tentu ada strategi lain agar menabung tetap menguntungkan. Nah, cara ini mungkin sering dibahas, gimana caranya nabung tapi untung. 

Mungkin aku bahas sedikit sesuai pengalaman menabung untuk budget traveling.

1. Menentukan Tujuan Tabungan (Jangka Panjang & Jangka Pendek)

Sebelum menabung pastikan bahwa kita sudah tahu tabungan tersebut akan digunakan untuk apa. Perlu tahu dulu sesuatu yang ingin kita capai itu kira-kira perlu waktu berapa tahun. 

Apa bedanya sih? Kita bahas yuk. 

Misalnya, sekarang aku tinggal di Jakarta dan ingin liburan ke Bandung. Budget ke Bandung tidak sebesar budget liburan ke luar negeri atau lintas pulau, jadi mungkin nabung selama 3-4 bulan cukup untuk ke Bandung. 

Nah, tujuan tabungan tersebut merupakan tabungan jangka pendek. Lalu, tabungan jangka panjang itu seperti apa?

Misalnya, aku ingin liburan ke Singapura dan budget ke luar negeri tentu tidak kecil. Aku harus merencanakan tabungan jangka panjang minimal satu tahun agar bisa memenuhi budget liburan ke Singapura. 

Berbeda lagi apabila aku ingin liburan ke Eropa, tentu saja aku harus merencanakan menabung 2-5 tahun. 

Kriteria tabungan jangka panjang dan jangka pendek tidak bisa disamakan. Tiap orang memiliki kriteria sendiri untuk menentukan mana tabungan jangka panjang dan jangka pendek sesuai dengan jumlah pendapatannya. 

2. Investasi dalam Reksa Dana

Aku selalu menempatkan tabungan traveling ke instrumen investasi dengan return yang cukup baik per tahun. Inilah yang aku sebut menabung yang menguntungkan. 

Apabila kamu masih khawatir dengan investasi, kamu bisa mencoba investasi mulai dari 100.000. Aku menyarankan investasi reksa dana pasar uang karena memiliki risiko yang kecil dan bisa mulai dari 100.000 ataupun 50.000. 

Jika kamu memiliki tujuan jangka pendek, maka reksa dana pasar uang menjadi salah satu pilihan yang paling tepat. Menurutku, daripada kita menyimpan tabungan deposito, lebih baik dalam reksa dana dengan return lebih tinggi dari bunga deposito.

Sekarang sudah banyak pilihan reksa dana syariah apabila kamu ingin menghindari transaksi konvensional.

3. Menabung dengan Aplikasi

Selama ada aplikasi yang bisa membantu kita, kenapa tidak kita manfaatkan. Aku memanfaatkan fitur-fitur pada aplikasi keuangan untuk membagi tabungan. Sirkulasi dana juga lebih terkontrol dengan fitur monetisasi yang sudah ada di beberapa aplikasi keuangan. 

Manfaatkanlah fitur-fitur tersebut untuk memudahkan kamu memanagement keuangan, sehingga bisa lebih disiplin menabung. Aku menggunakan aplikasi Jenius untuk menabung sekaligus keperluan traveling.

Apalagi Jenius punya fitur Dream Saver yang bisa kamu atur waktu menabung dan jumlah autodebet-nya. Jadi, nggak ada alesan lagi kelupaan nabung. Fitur ini cukup membantu supaya konsisten nabung dalam jangka waktu yang sudah kita tentukan sendiri.

Fitur-fitur Jenius memudahkan aku selama menabung. Sejak ada Jenius aku bisa mengatur keuangan, khususnya pengalaman pakai jenius di luar negeri, yaitu saat aku traveling ke Singapura.

Baca juga: Itinerary Singapura 3 Hari 2 Malam + Budget

5 Fitur Jenius untuk Memudahkan Menabung

Fitur Jenius untuk Memudahkan Kamu Menabung
Fitur Jenius untuk Memudahkan Kamu Menabung

Awal kali pakai Jenius kira-kira tahun 2022 karena mulai tertarik dengan fitur Flexi Saver nya. Pada waktu itu mulai mikir bagaimana cara mengatur keuangan supaya lebih tertata dan tidak tercampur di satu tempat. 

Selain Flexi Saver, ternyata fitur-fitur lainnya juga bisa aku gunakan untuk kebutuhan lain. Apalagi, katanya bisa digunakan di luar negeri dan aku pertama kali menggunakan Jenius di Singapura.

Nah, ini fitur-fitur yang biasa aku pakai untuk tabungan traveling.

1. Flexi Saver

Fitur ini pertama kali aku pakai karena bisa memisahkan kebutuhan tabungan. Bisa pakai tiga Flexi Saver dengan nama tabungan yang berbeda. Jadi, aku buat untuk tabungan traveling, pendidikan, dan pembayaran domain tahunan.

Adanya Flexi Saver, perencanaan tabungan aku jadi tidak tercampur. Dulu transaksi tiga tujuan keuangan tersebut harus aku catat supaya tahu jumlahnya karena masuk di satu tempat. Sekarang tidak lagi karena tiap-tiap Flexi Saver sudah bisa kelihatan history transaksinya. 

2. Beli Mata Uang Asing

Nah, fitur ini aku pakai setahun sebelum merencanakan traveling ke Singapura. Jadi, uang yang nantinya akan aku gunakan untuk transportasi, makan, dan belanja aku tabung dulu ke SGD. Kenapa?

Pertama, supaya rupiah aku mengikuti kurs Dollar Singapura, jadi uang rupiah aku nggak rugi-rugi amat waktu ditukar ke Dollar Singapura. Kedua, Supaya langsung bisa transaksi di Singapura yang sudah menggunakan kurs Singapura saat itu.

Sebetulnya aku belum hitung benar berapa perbedaannya, tetapi cara ini lebih simple aja sih menurut aku. Setelah nabung SGD jadi ketagihan dan coba nabung lagi di USD karena Dollar Amerika lebih kuat.

3. Investasi Reksa Dana

Fitur baru ini mulai muncul di awal tahun 2023 dan langsung dikembangkan sampai punya banyak instrumen investasi. Aku menggunakan fitur ini tentu nggak cuma asal coba ya. 

Awalnya ceki-ceki terlebih dahulu berapa return setiap instrumen dan cukup menggiurkan. Aku mulai mencoba reksa dana karena tujuan investasi aku dalam jangka waktu yang tidak terlalu panjang, yaitu 1-2 tahun. 

Enaknya, kita bisa beli kapan aja tidak harus mengikuti jam bursa efek. Meskipun akan diproses sesuai jam Bursa Efek, tapi pembelian bisa dilakukan di jam berapa pun. Mungkin seperti kita order dulu kali ya kalau pembelian di luar jam bursa efek.

Sangat membantu banget untuk orang orang seperti aku yang sering kelupaan beli karena jamnya terlewat mulu. Jadi, nggak perlu pasang alarm kalau mau jajan reksa dana. Beli kapan pun di Jenius dan akan diproses pada jam Bursa Efek buka, tanpa takut transaksi gagal.

4. Transaksi di Luar Negeri

Kartu Debet dan Kredit Jenius Memudahkan Transaksi
Kartu Debet dan Kredit Jenius Memudahkan Transaksi di Luar Negeri

Fiitur ini bikin aku amaze loh karena aku bisa pakai kartu Jenius di Singapura untuk transportasi bus dan MRT. Biasanya transaksi di luar negeri hanya bisa menggunakan kartu kredit Visa atau Master Card, tetapi kartu Debit Jenius bisa Loh. 

Cara pakai Jenius di Singapura gampang banget. Pastiin tabungan SGD sudah diaktifkan agar bisa transaksi. Lalu, tinggal atur di aplikasi dengan mengaktifkan pengaturan kartu “bisa transaksi di luar negeri”.

Jujur, awalnya aku takut gagal ketika transaksi, apalagi saat di bus atau MRT karena aku tidak beli kartu Tourist Pass. Ketika tab di Stasiun Tanah Merah ternyata bisa dooong. 

Gokil, semakin canggih banget teknologi di dunia sekarang ini. Apa aku yang mainnya kurang jauh ya, hahaha

Cara pakai kartu Jenius di MRT Singapura sama seperti menggunakan Tourist Pass. Jangan lupa ubah tabungan SGD kamu menjadi dana utama, jadi penarikannya langsung dari SGD.

5. Monetisasi

Kalau dulu namanya rekening koran dan harus ke bank untuk print. Sekarang tidak lagi.

Adanya aplikasi perbankan atau e-wallet membuat semua transaksi bisa dilihat secara real time. Bahkan, Jenius ada fitur kategorisasi pengeluaran dan pemasukan untuk memonitoring manajemen keuangan kita.

Fitur ini cocok banget sih buat aku yang suka membatasi pengeluaran tertentu, misalnya fashion, hangout, atau jajan kopi. Jadi, lebih mudah termonitoring dan kalau sudah hampir mendekati batas langsung bisa direm.

Setiap bulannya akan terlihat pengeluaran yang paling besar ada di kategori apa. Dulu aku sering pakai excel untuk monitoring pengeluaran selama satu bulan, sekarang sudah gampang dengan Fitur Monetisasi di Jenius.

Jenius cocok untuk para traveler yang belum punya kartu kredit atau nggak mau ribet ngurusin pembukaan kartu kredit. Selama traveling di Singapura, mulai persiapan tabungan, booking tiket, pembayaran transportasi, dan belanja semuanya pakai Jenius. 

Kalau mau traveling ke luar negeri yang simple dan #jalan2jenius mending pakai e-wallet ini sih. Sekarang udah bisa beli mata uang Bath, jadi yang punya rencana ke Thailand, udah bisa nabung Bath di Jenius nih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.