5 Hal Unik Tari Kecak yang Membuat Turis Ingin Kembali ke Bali

BALI tidak akan pernah mati, bahkan semakin dikenal internasional. Turis mancanegara lebih banyak mengenal Bali daripada Indonesia. Bali menjual budayanya dan cara inilah yang membuat Bali bisa memiliki omset yang lebih tinggi dari daerah lainnya. Bali menghidupkan pulaunya tanpa membuatnya terpengaruh dengan beragam budaya barat yang masuk. Bagaimana tidak? Turis yang datang untuk liburan atau traveling pasti mencari hal-hal unik yang di negaranya tidak ada. Ketika mengetahui bahwa Bali memiliki potensi tinggi di wisata bahari maupun alamnya, Bali juga mampu menyajikan hiburan unik melalui budayanya.

Sama seperti saya yang begitu antusias ketika akan melakukan perjalanan ke Bali. Bukan karena saya bisa traveling jauh dan merasakan naik pesawat (ini pertama kalinya saya naik pesawat), tetapi karena keunikan Bali tidak ada di Jakarta. Antusiasme itu semakin tinggi ketika saya ikut melihat pertunjukan Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu. Berkunjung ke pantai, wisata kuliner, ke tempat-tempat sejarah, museum, rasanya sudah pernah saya lakukan, sedangkan menonton langsung budaya Indonesia, pertama kali saya lakukan. Saya familir betul dengan Tari Kecak, tetapi saya tidak tahu mengapa disebut sebagai Tari Kecak. Apa makna dari ujaran cak cak cak. Apa cerita yang dibawakannya. Well, saya akui bahwa saya sebagai orang Indonesia masih cetek tentang pengetahuan sejarah Indonesia.

baca juga: Traveling 10/17: Cirebon Tetap Kota Udang, Bukan Kota Seribu Keraton #5  

 

Setelah saya menonton pertunjukan Tari Kecak, jujur saja saya tidak mau beranjak dari kursi penonton. Apa tidak ada pertunjukan lagi? Tari Barong kek, tari apa kek, yang pasti jangan tari lenong, nanti saya ngantuk. Dari situlah saya semakin mengagumi budaya Indonesia. Hampir seluruh bangku pertunjukan pun isinya turis. Rasanya saya seperti sedang jalan-jalan di luar negeri karena penonton domestik bisa dihitung. Turis begitu antusias ingin menonton Tari Kecak sampai ada yang cek cok dengan penjaga Uluwatu hanya karena tidak mendapatkan tiket. Padahal, turis tersebut mau membayar lebih mahal. Melihat tragedi tersebut membuat saya harus mengatakan bahwa i love Indonesia. Dan, di sinilah saya menemukan 4 hal unik Tari Kecak yang membuat turis ingin kembali lagi ke Bali.

 

1. Mantra cak cak cak

Photo by, Prajna Farravita

Keunikan pertama dari Tari Kecak ialah tidak ada iringan musik satupun. Tidak ada gamelan yang mengiringinya seperti tarian lainnya. Tarian tersebut hidup dari mantra ‘cak cak cak’ yang diucapkan oleh penari laki-laki berjumlah 70 orang. Wow, hanya dengan suara cak cak cak saja membuat tarian semakin hidup. 70 orang penari laki-laki tersebut akan dimasuki roh dan berkomunikasi dengan dewa, sehingga bisa dikatakan bahwa penari kecak memang hilang kesadaran ketika sudah berada di area pertunjukan.

 

2. Cerita Ramayana

Pasti terpikir bahwa pertunjukan tari selalu mengandung cerita tertentu. Setiap gerakan yang disajikan pasti mengandung makna dari cerita yang ingin disampaikan. Tari Kecak sendiri mengangkat cerita Ramayana, yaitu fokus pada cerita penculikan Dewi Shinta. Di dalam cerita wayang, Rama dan Shinta memang lebih banyak dikenal masyarakat. Cerita dua tokoh tersebut merupakan cerita yang sangat romantis dan menyedihkan. Kecantikan Dewi Shinta kerap kali membuat masyarakat kagum. Penculikan yang dilakukan oleh Rahwana dan pergelutannya dengan Anoman juga menjadi konflik yang menegangkan.

 

3. Pertunjukan Berlatar Sunset

Bagi pecandu senja atau pecinta senja wajib meletakkan list nonton Tari Kecak di urutan pertama. Pertunjukan ini diadakan ketika senja, yaitu pukul 18.00 sampai 19.00. Dengan memilih posisi duduk yang tepat, kamu akan disuguhkan pertunjukan tari dengan latar belakang senja. Kebayang dong, gerakan-gerakan para penari kecak tersebut akan lebih cantik di frame foto dengan latar belakang matahari tenggelam. Warna oranye di langit akan lebih menghidupkan hasil jepretan kamu. Bagi saya, momen ini merupakan momen emas karena saya selalu gagal mendapatkan senja ataupun sunrise dan kali ini, tanpa saya mencarinya sudah bisa saya dapatkan. Ada hasilnya susah payah bertahan di bawah matahari dari jam 4 sore.

 

4. Pemujaan Kepada Tuhan

Photo by, Prajna Farravita

Masyarakat asli Bali yang beragama Hindu Budha selalu melakukan prosesi ibadah mereka dengan seni. Mereka pintar sekali menyatukan aspek ketuhanan dengan seni. Tidak heran jika kreativitas masyarakat asli Bali bisa mendunia seperti sekarang. Tari Kecak sendiri selain ditampilkan sebagai pertunjukan juga sebagai salah satu ritual pemujaan kepada Tuhan mereka. Tarian sakral ini dipersembahkan untuk memuja Sang Hyang. Sebelumnya, Tari Kecak hanya sebatas 70 orang penari yang mengeluarkan paduan suara cak cak cak. Lambat laun, tarian tersebut mulai diselipi dengan cerita epos Ramayana. Saya saja yang orang Jawa dan tahu betul cerita Ramayana tidak pernah berpikir akan sekeren ini jika dikolaborasikan dengan seni lainnya.

 

5. Tingkah Laku Sang Anoman

Photo by, Prajna Farravita

Awalnya saya nonton pertunjukan Tari Kecak merasa kaku. Hanya suara cak cak cak dan lenggak-lenggok penari wanita yang ditampilkannya. Ketika pertunjukan mulai masuk ke tahap pertengahan, Sang Anoman mulai muncul. Penonton yang awalnya diam tanpa ekspresi dibuat tertawa terbahak-bahak dengan tingkah Anoman putih tersebut. Anoman tiba-tiba saja naik ke atas gapura dan membuat seluruh penonton teriak. Tanpa aba-aba, Anoman melanjutkan aksinya dengan melompat ke bawah lalu lari ke tengah-tengah penonton turis. Dan apa yang terjadi? Anoman itu mengelus kepala turis. Pada momen inilah pertunjukan pecah. Tingkah laku Anoman yang lucu itu sama seperti monyet Uluwatu yang cerdik mencuri barang berharga pengunjung. Jujur saja, ketika adegan anoman muncul, momen itulah yang tidak akan terlupakan.

baca juga: Taktik Cerdik Monyet Pura Luhur Uluwatu  

 

Itulah lima hal unik Tari Kecak yang bisa membuat para turis ingin berkunjung kembali ke Bali. Itinerary ini juga menjadi salah satu alasan saya ingin mengunjungi Bali lagi untuk mengenal budayanya lebih banyak. Bali itu kreatif dan hal-hal unik di sana tidak ada di Jakarta. Seni yang dimilikinya mampu mereka jual kepada turis mancanegara dan inilah yang menjadi harta Indonesia.  

 

 

baca juga:

4 Hal yang Perlu Kamu Lakukan di GWK Agar Tak Melihat Patung Besar Saja

Nontoni Paralayang di Pantai Pandawa  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *