Nontoni Paralayang di Pantai Pandawa

Sepertinya Terbang itu Menyenangkan

DESTINASI kedua di Bali (baca: liburan) ialah Pantai Pandawa. Melihat Pantai Pandawa masuk itinerary Bali rasanya standar (baca: tidak antusias juga tidak kecewa, bisa disebut biasa aja), bahkan sempat menarik napas panjang lalu segera mengeluarkannya “pantai lagi, pantai lagi”. Mungkin saya saja yang seperti itu karena hampir setiap traveling, pantai tidak pernah terlewatkan untuk dikunjungi. Hanya ketika traveling ke Bandung, pantai tidak masuk itinerary, ya karena Bandung lebih identik dengan wisata di dataran tingginya.

Bali merupakan pulau kecil di Indonesia, sehingga tidak heran jika jumlah pantainya banyak—panasnya saja sudah ketahuan. Ketika akan landing pun yang saya lihat ya lautan dengan garis-garis putih yang ternyata itu ombak. Ketika sampai di Bandara I Gusti Ngurah Rai, saya melihat seakan-akan bandara tersebut berada di pulau kecil (ya memang Bali juga pulau kecil). Maksudnya, lapangan penerbangannya seperti di tengah-tengah lautan.

Apabila membicarakan pantai di Bali, rasanya Pantai Kuta itu menjadi list terakhir. Ada beragam pantai yang indah di Bali, salah satunya Pantai Pandawa. Lokasinya yang ditutupi tebing dan masih ada pembangunan membuat Pantai Pandawa sulit dikenal. Setelah pembangunan selesai, pantai yang memiliki lima patung pandawa, yaitu Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa, lalu satu patung Dewi Kunti, ibu Pandawa, ini semakin dikenal.

 

Baca juga: Pesona Mangrove, Pesona Alam Terpencil Mojo

 

Patung itu akan kamu temui ketika memasuki gerbang loket, itulah yang menjadi ciri khas pantai berpasir putih tersebut. Bali memang tidak jauh-jauh dari sejarah, apa pun yang ada pasti terkait dengan adat istiadatnya. Kamu bisa berhenti dan foto dengan patung pandawa. Asal jangan minta dibuatkan patung diri sendiri karena pasti tidak ada pihak yang mau mensponsori. Cerita lengkap Pandawa bisa dijelajahi dalam cerita Mahabharata, yang saya sendiri pun masih sering keder dengan nama-nama tokohnya.

Photo by Samlawi

Perjalanan ke sana cukup membuat saya ingin duduk di depan. Kanan kiri jalan ialah tebing tinggi dan jalanannya beberapa kali menikung. Seperti di film-film gituuuu. Satu lagi yang perlu diingat, bahwa akses ke Pantai Pandawa harus menggunakan kendaraan pribadi karena Gojek atau Grab tidak akan bisa terakses di sana. Peringatan tersebut sudah terpasang sebelum memasuki jalanan bertebing. Bisa saja pergi menggunakan Grab atau Gojek tetapi pulang kamu harus mau nebeng truk. 😀

 

Baca juga: Touring 9/17: Di Sinilah Seninya Touring #1

 

Photo by Prajna Vita

Ternyata, di sana bukan hanya ada pantai, tetapi juga wahana menantang seperti paralayang. Sambil mengikuti rombongan ke arah pantai, saya juga menelaah dari mana paralayang itu terbang dan di mana mendaratnya. Saya takut mendaratnya di tengah laut, tidak lucu kan kalau tiba-tiba tim SAR datang menolong saya yang pasti sudah pakai pelampung tapi teriak-teriak tenggelam.

Setelah melihat dari bibir pantai, paralayang tersebut berada di atas tebing dan bukan mendarat di tengah laut. Rasanya ingin mengambil keputusan naik ke tebing itu, tetapi saya ingat dengan batas waktu yang diberikan, yaitu hanya satu jam. Beginilah kalau menggunakan paket tour, semua yang saya lakukan rasanya terbatas. Saya tidak bisa eksplor ke sana ke mari. Ngobrol sana sini, atau ngemil ini itu.

Photo by Prajna Vita

Saya hanya bisa melihat orang-orang menikmati perahu kano dan menunggu teman-teman selfi. Sesekali saya ikut nyusup selfi juga sih. Beginilah nasib menggunakan paket tour. Saya tidak boleh jauh dari rombongan, kalau nanti saya ketinggalan kan  kasihan yang lain, waktu belanjanya jadi terpotong.

Selain permainan perahu kano ada juga penyewaan tenda untuk berjemur dan jasa pijat. Atau ingin melihat suasana baru? Di sebelah Barat Pantai Pandawa juga ada budidaya rumput laut yang dilakukan oleh warga sekitar. Kamu bisa melihat bagaimana pengelolaan rumput laut, pastinya bisa menambah pengetahuan. So, pantai itu bukan soal pantai dengan ombaknya saja, tetapi kalau kita bisa mencari hal-hal baru pasti akan menemukan hal unik lainnya. Jangan stag di bibir pantai saja, nanti dikira tukang poto keliling.

 

 

Baca juga:

Rumah Panggung Zonk-Zonk Nyenengin

Air Terjun Tersembunyi di Curug Bidadari, Batang

Touring Ditemani Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *