Merayu Penjaga Tiket Skybike di Maribaya

Dokumentasi Pribadi

Bagi cewek, rasanya belum afdol kalau belum foto di spot foto instagramable ketika jalan-jalan (baca: biar hits).

Bagi cowok, rasanya belum afdol kalau belum dapetin foto yang keren ketika traveling (baca: eksplore).

MUNGKIN gambaran besarnya seperti itu, tetapi itulah kodratnya. Tinggal kita ingin menjadi yang mana dan tidak semua cewek melakukan hal tersebut, begitupun sebaliknya.

Gambaran besar yang saya dapatkan ialah ketika saya melakukan traveling ke Bandung bersama tiga teman saya. The Lordge Maribaya menjadi tujuan utama kami ketika menyusun itinerary. Hal itu karena Maribaya masih hits dengan sepeda terbangnya atau sebutan kerennya skybike. Spot foto ini sangat instagramable dan tidak dipungkiri bahwa kami mengejar lokasi tersebut. Bagaimana tidak, pencarian di instagram selalu muncul orang (khususnya cewek) foto di atas sepeda yang seakan-akan terbang di udara. Ekstrem bukan? Finally, kami harus ke tempat itu dan foto di sana, berapapun bayarnya (kodrat latah wanita) yang penting kami hits.

baca juga: 8 Spot Foto Instagramable di Dago Dream Park Bandung

Jarak Maribaya dengan Lembang cukup jauh karena penginapan kami di Lembang, jadi kami mengunjungi Farm House terlebih dahulu kemudian cek in hotel (tidak mungkin jalan bawa gembolan). Jam satu kami baru melakukan perjalanan ke Maribaya dengan mengandalkan Grab Car. Setelah negosiasi dengan bapak Grab-nya, akhirnya driver mau menunggu kami—mungkin terpaksa karena kami menawarkan harga dua kali lipat–sampai pulang, tetapi dengan catatan khusus yaitu maksimal keliling satu jam (baru bayar loket masuk sudah harus pulang itu). Mau tidak mau kami mengiyakan permintaan bapaknya (mengiyakan saja dulu, realitasnya mah belakangan).

Perjalanan yang kami tempuh dari Lembang Bawah sampai lokasi sekitar dua jam. Tanpa pikir panjang, setelah membayar tiket teman saya mempercepat jalannya menuju spot foto skybike. Saya sampai tepok jidat karena antreannya panjang sangat. Teman saya, sebut saja Lastri langsung menyusup ke loket pembelian tiket. Namun, loket baru saja tutup. Tanpa aba-aba, teman saya itu langsung merengek meminta dispensasi untuk satu orang saja. Tetapi, rayuannya tak sehebat wanita-wanita lain dan sepertinya semesta tidak mendukung karena gerimis turun cukup lebat, tetapi tidak hujan.

“Pulang aja yuk,” ujarnya sambil mundur dari loket tersebut. Nah loh, sudah dua jam perjalanan, lari-larian dari pintu masuk, setengah jam merayu penjaga loket. Semuanya nihil, ingin pulang saja katanya. Jadi saya yang sedih kalau begitu.

Dokumentasi Pribadi

Akhirnya, kami berjalan melihat setiap lokasi dan pemandangan alamnya sangat indah dari atas. Kami juga menuju spot foto romantis yang dihiasi dengan hiasan bambu berbentuk love. Kami bisa foto sepuasnya di sana, gratis, tanpa batasan jam, pemandangannya keren. Kami sampai menggeser beberapa pasangan yang fotonya terlalu lama agar kami bertiga bisa foto. Namun, mood Lastri masih juga tidak berubah, maunya pulang mulu.

baca juga: Bandung: Antre Foto di Jalan Asia Afrika

Tidak mau rugi, kami pun mengelilingi The Lordge Maribaya yang masih digandrungi anak muda di instagram itu. Ada beberapa spot foto yang bisa menambah koleksi foto instagram kamu, pastinya setiap spot foto harus membeli tiket lagi (sepertinya pengelola Maribaya mau naik haji). Setelah mengelilingi Maribaya dan memerhatikan setiap spot foto yang ada dan mengetahui seluk beluknya, akhirnya kami berhenti di tempat penukaran minuman. Jadi, tiket masuk bisa ditukar dengan satu gelas minuman apa saja yang sudah disediakan, kami bisa memilihnya dan mengambilnya sendiri. Jadi, kami mengisi botol minum kami yang sudah kosong. Saya rela menghabiskan seperempat air putih saya demi memenuhinya dengan lemon tea. Mumpung bisa refil.[]

 

baca juga:

Berjalan Itu Tidak Ada Hentinya

4 Alasan Traveling yang Menginspirasi

5 Tips Menyiapkan Budget Traveling

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *