Wajib Coba 3 Kuliner Cirebon ini yang Mirip Kuliner Jogja

Traveling rasanya belum pas kalau belum wisata kuliner

KALAU traveling itu wajib wisata kuliner. Makanan di setiap daerah itu berbeda dan memiliki bumbu yang khas. Kayanya Indonesia dengan rempah-rempah juga menjadi salah satu faktor pendukung para pecinta kuliner. Jadi, orang Indonesia harus memiliki kepekaan rasa yang bagus. Lah wong biasa dijejali bumbu-bumbu dapur kok. Beragam bumbu yang digunakan di Indonesia membuat makanan Indonesia kerap digemari oleh wisatawan mancanegara. Yeeee., Bangga dong….

Baca juga: Traveling 10/17: Cirebon Tetap Kota Udang, Bukan Kota Seribu Keraton #5

 

Dulu, awalnya saya juga nggak doyanan sama makanan aneh yang baru saya kenal—tak kenal maka tak sayang. Namun, seringnya mengunjungi kota-kota di Jawa membuat saya lebih banyak mendengar makanan aneh khas daerah-daerah tersebut. Pastinya belum pernah saya dengar di kota tempat saya tinggal. Lama kelamaan, rasanya rugi juga kalau tidak mencicip makanan khas kota yang saya singgahi. Doyan tidaknya urusan belakangan. Enak tidaknya selalu saya katakan ‘relatif’. Akhirnya, lidah saya terbiasa mencicip berbagai makanan baru dan saya tahu bahwa Indonesia sungguh kaya. So, traveling rasanya belum lengkap kalau belum wisata kuliner.

Baca juga: Landscape Perbukitan Kulon Progo di Atas Rumah Pohon, Kalibiru

 

Seperti pengalaman saya di Cirebon. Saya menemukan makanan yang serupa tapi tak sama dengan Jogja. Ternyata, setiap kota memiliki makanan khas yang hampir sama dengan kota-kota lain. Inovasi untuk memodifikasinya itu yang membuat makanan tersebut berbeda, baik dari bumbu maupun bahan makanannya. Di sinilah saya menyadari bahwa betapa kreatifnya orang-orang Indonesia. Bukan hanya kreatif membuat meme lewat isu-isu terkini, tetapi juga kreatif dalam berbagai bidang.—termasuk mahasiswa yang memilih fotokopi buku ajar (hapuskan pembajakan buku). 😀

Inilah tiga kuliner Cirebon yang mirip dengan kuliner Jogja dan wajib dicoba.

 

1. Nasi Jamblang

Sumber: Masakancirebon.blogspot.co.id

Pernah dengar nasi kucing /sego kucing? Kalau cowok pasti ambil dua bungkus. Nah, nasi jamblang mirip dengan nasi kucing yang marak beredar di Jogja, Solo, Semarang, dan saat ini sudah merambah di Jakarta. Apabila di sana nasi kucing biasanya ada di angkringan, nasi jamblang lebih marak dijual di warung-warung atau bahkan restoran. Kedua jenis nasi tersebut sama-sama memiliki jumlah nasi yang sedikit, tetapi jangan salah, padat ternyata, jadi bagi saya ya makan satu saja sudah kenyang. Perbedaannya nasi jamblang dengan nasi kucing ialah dari bungkus yang digunakan dan sambalnya. Nasi kucing menggunakan daun pisang (kalau di Jakarta kertas minyak), sedangkan nasi jamblang menggunakan daun jati. Awalnya saya geli-geli gimana gitu waktu nyomot nasinya pake tangan karena kegesek dengan daun jati yang kasar, tetapi ternyata sedap. Beda memang makan beralaskan piring dengan daun. Baru kali ini saya makan menggunakan daun jati, jadi rasa nasi jamblang Cirebon ini sangat sedep—kalau kata orang jawa mah. Lauk-pauk yang disediakan sebenarnya sama dengan nasi kucing, seperti semur telur puyuh, tahu, tempa, dan lauk lainnya. Namun, sambalnya menjadi ciri khas nasi jamblang menjadi kuliner Cirebon. Rasa sambal itulah yang masih ninggal sampai sekarang. Seperti rasa yang tertinggal. *HALAH

 

2. Wedang Bangsawan

Sumber: lifestyle.okezone

Awalnya, menurut saya aroma rempah-rampah itu aneh. Rempah-rempah yang diletakkan di cangkir lalu diseduh menggunakan air panas menjadi sebuah minuman aneh tersaji. Belum lagi aroma rempah-rempah merajalela di hidung. Nah, wedang bangsawan ini sama dengan wedang uwuh yang ada di Jogja. Isinya pun sama, warnanya sama, merah. Saya suka saya suka. #receh

Awalnya saya pikir rasanya juga bakal aneh dan saya takut tidak doyan. Namun, karena komitmen saya yang harus mencicipi kuliner saat traveling, akhirnya saya seruputlah wedang bangsawan itu. Dan, mungkin saya akan menyesal seumur hidup kalau tidak mencicipi wedang bangsawan. Kayu manis yang saya bayangkan memiliki rasa getir seketika itu menghilang. Kapulaga yang saya bayangkan memiliki rasa pahit seketika itu lenyap. Jahe yang saya bayangkan memiliki rasa pedas seketika itu tak tahu ke mana. Sereh yang saya bayangkan memiliki rasa sepet seketika itu berbeda. Rasa manis yang dihasilkan berasal dari gula batu, sehingga aman dikonsumsi untuk para penyandang diabetes. Asal jangan liat saya minumnya agar gula darahnya tetap stabil. 😀

 

3. Kerupuk Sambal Asam

Sumber: cookpad

Oleh-oleh seperti kerupuk-kerupukan mungkin lebih sering didengar, asal jangan minta bawain oleh-oleh yang jenisnya kerupuk. Merepotkan, kasihan. Enteng sih, tapi ribetnya itu loh, nggak ketulungan. Kalau saya mah udah saya tinggalin di jalan tuh kerupuk. Udah kecil suruh bawa kerupuk yang kalau dibungkus nggak muat satu trashbag. #curcol.

Nah, di Cirebon ada yang namanya kerupuk miskin. Di Cirebon, kerupuk miskin ini diguyur dengan sambal asam. Wiiih, jangan dibayangkan sedapnya. Sedap syekaliiii pokoknya. Asam asam pedas gitu.

Itulah tiga kuliner Cirebon yang wajib dicoba. Rasakan sensasinya karena kamu akan merasakan different taste. Serius, rasa di mana kamu akan muter-muter demi memenuhi rasa penasaran tentang kuliner tersebut. Harus dicoba. 😀

 

 

Baca juga:

Traveling 10/17 Cirebon Punya Spot Romantis #4

Traveling 10/17 Cirebon: Indonesia Langganan Kebobolan Harta Karun #3

Traveling 10/17: Cirebon, Aku Berkunjung #1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *