Touring 9/17: Tak Bisa Move on dari Santolo #4

Photo by, Prajna Farravita

 

SANTOLO merupakan tujuan utama kami tetapi kami letakkan di paling akhir. Ya, karena sesuai dengan jalur pulang agar semua destinasi tujuan bisa kami kunjungi. Dari Garut rencananya kami pulang lewat Bandung, sehingga Santolo berada di list terakhir kunjungan kami di Jawa Barat ini. Santolo kerap kali disebut-sebut memiliki pantai yang indah. Tidak jarang kami dibuat iri oleh beberapa orang yang menceritakan bagaimana ketika mereka mengunjungi Pantai Santolo. Kami pun tidak mau kalah dan menempatkan Pantai Santolo ke dalam destinasi touring kali ini.

Kami tiba di Pantai Santolo pukul 11.30 siang setelah menempuh perjalanan satu jam dari Cianjur. Pantai yang terletak di Garut ini memiliki pasir putih dengan garis pantai yang panjang. Di sebelah utara, kami disuguhkan oleh lautan luas dengan pemandangan pegunungan. Sungguh pemandangan yang tepat. Ketika melihat ke dalam genangan air laut, pegunungan tersebut akan menampilkan refleksinya di dalam lautan. Sungguh menakjubkan.

Di sisi bagian selatan terdapat benteng yang dari jauh terlihat seperti tumpukan bebatuan. Konon, benteng tersebut merupakan jembatan penghubung antara Pantai Santolo dengan Pulau Santolo. Ya, di pantai ini terdapat pulau yang bernama sama. Pulau kecil tersebut tidak berpenghuni. Sebelumnya saya melihat beberpa gambar di internet, bahwa pemandangan di sana sangat bagus karena terdapat karang-karang di sekitar pulaunya. Sayang sekali saya masih belum berkesempatan mengunjunginya karena saya tertidur di penginapan setelah bermain air.

“Alam mampu menerjemahkan rasa tanpa perlu banyak kata”

Di sekitar pantai terdapat beberapa bebatuan yang tertata rapi. Saya berpikir bahwa batu tersebut sengaja diletakkan berjejer di sana untuk menambah estetika pantai. Batu tersebut tertata rapi dan tidak mungkin terjadi begitu saja. Pengunjung yang datang tidak terlalu padat sehingga kami puas bisa bermain di pantai. Kami juga mencoba permainan donat boot yang memberikan sensasi menakjubkan. Kami di bawa kebeberapa titik dan dibuat berputar-putar lima kali di setiap titik. Sungguh melatih adrenalin. Ini yang dinamakan liburan.

Photo by, Prajna Farravita

Puas bermain air dan mandi membersihkan diri, kami istirahat sebentar. Awalnya saya berniat untuk mengunjungi pulau kecil santolo, tetapi menunggu para wanita dandan membuat saya tertidur dan melewatkan rencana tersebut. Saya menyesal tidur, seharusnya dengan waktu satu jam terakhir saya sudah mengunjungi pulau tersebut dan mengambil beberapa foto landscape yang menakjubkan. Oh, sungguh saya tidak bisa move on dari Santolo. Saya ingin kembali ke sana dan mengunjungi pulau kecil itu dan melihat bagaimana benteng yang sudah rusak itu. Saya hanya membaca beberapa ulasan travel writer tentang Santolo tanpa saya tahu dan melihat langsung bagaimana keadaannya.[] Prav

 

 

 

 

Prajna Vita

Jakarta, 10 September 2017

15.22

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *